Muqoddimah

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyayang.

Segala puji saya panjatkan kepada zatNya yang maha suci, Tiada Tuhan selain Allah yang menciptakan seluruh mahluk dari tidak ada menjadi ada. Maha suci Allah yang telah menyempurnakan Ajaran agama islam melalui lisan manusia pilihan Muhammad Rasululullah penghulu para nabi dan penutup para Rasul. Setiap helaan nafas kita adalah karunia Nya, setiap langkah kaki kita adalah ni’matnya, setiap kedipan mata kita adalah rahmatnya yang kesemuanya itu akan dikembalikan padaNya. Maha benar Allah atas segala yang aturannya diwahyukan kepada hambanya melalui lisan Muhammad SAW yang megatur segala sendi kehidupan manusia.

Sholawat serta Salam atas Muhammad SAW, manusia sempurna yang telah menyampaikan dengan sempurna syariat agama ini. Pemimpin agama yang sukses, seorang pemimpin politik yang mumpuni, Pemimpin perang yang disegani, kepala keluarga yang sangat pengasih, Kotanya segala ilmu dan pengetahuan. Seorang Raja yang tidak mewariskan istana dan permata, manusia pilihan yang berjalan ratusan kilo untuk menyampaikan risalah kenabiannya, meneteskan peluh dan darah dalam membela kebenaran. Seorang anak manusia yang terusir dari tanah kelahiran nya karena membela kebenaran, tetapi kembali ke tanah kelahirannya dengan kekuatan yang besar tetapi tanpa DENDAM sedikitpun.

Juga sholawat serta salam kepada keluarga, para sahabat dan pejuangnya. Yang dengan darah dan air mata mereka sampaikan ajaran syariat ini sampai kepada kita, menerangi setiap relung kegelapan dalam hati kita, menjadi lentera iman yang membawa kepada kemuliaan hidup dan kebenaran imani.

Menuju Ibadah Yang ter Integrated

Di tengah hirup pikuk mencari kehidupan dunia, yang terkadang badan ini bergerak bukan karena keinginan hati tetapi seperti otomatis di gerakan oleh kebutuhan dan rutinitas. Hati terkadang tidak sinkron dengan akal, sering terjadi peperangan bathin antara menunaikan kebutuhan hati dan menjalankan logika berfikir. Hati tidak akan pernah bisa berbohong bahwa ia rindu  Tuhan nya, tetapi akal yang belum sampai pada tahapan keimanan seperti hati masih memberikan sinyal-sinyal duniawi yang begitu kencang. Terkadang terpikir  andaikan satu raga ini dipisah di hari pembalasan, maka hati akan terlebih dahulu masuk surga sebelum akal l kita. Integritas hati, pikiran dan logika ini lah rupanya yang mesti kita tempa agar dapat ‘integrated’, karena rupanya syaithan pun membisikan keburukan-keburukan pada hati dan pikiran kita.

Di tengah itu semua, saya mencoba menggali kembali dan berusaha terus memahami agama ini agar sampai pada titik integrity sebagaimana disinggung diatas. Dan rasanya kesemuanya itu hanya dapat dicapai melalui penempaan diri di medan ilmu dan amal. Rasulullah SAW bersabda :

“Barang siapa di kehendaki oleh Allah kebaikan yang sempurna, Maka Allah akan menjadikan orang itu pandai didalam ilmu agama” (HR. Bukhori-Muslim)

Tidak lagi ada keraguan bahwa ilmu datangnya dari Allah SWT melalui upaya-upaya kita menggali ilmunya. Kita tidak semestinya ‘excuse’ atau berdalih karena “umur” atau kesempatan waktu. Tidak kah kita berkaca  bagaimana para sahabat menimba ilmu dari Rasulullah umur mereka rata-rata diatas masa produktif mencari ilmu menurut para ahli pendidikan. Tetapi yang memberikan ilmu adalah Allah yang dengan kehendaknya segala sesuatu bisa terjadi, yang kehendakNya tidak terkekang oleh aturan dan logika.

Lihatlah bagaimana Allah memberi kewajiban kepada kita untuk mencari ilmu dan bagaimana Allah memuliakan para pemilik ilmu :

“…..niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Al Mujadilah : 11)

Dalam Ayat Lain :

“Katakanlah,’adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ?” (Az-Zumar : 9)

Dalam Ayat Lain :

“Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Allah diantara hamba-hambaNya hanyalah ulama”(Al-Fathir : 28)

Saudaraku, bagaimana mungkin bisa tumbuh rasa takut didalam diri kita jika kita tidak mengetahui bagaimana pedihnya azab Allah, bagaimana bisa tumbuh kerinduan kita kepada Dzat Allah  jika kita tidak tahu bagaimana kasih, bagaimana sayang Allah kepada kita. Bagaimana kita mampu mepersiapkan diri dengan baik untuk hari esok jika kita tidak tahu  bagaimana sesungguhnya kehidupan hari esok terjadi, bagaimana bisa kita menginginkan masuk surga jika kita tidak tahu jalan menuju kesana dan ada apa disana, bagaimana pula akan tumbuh benih-benih cinta kita kepada Rasulullah jika kita tidak ada ilmu dalam diri kita tentang siapa  Muhammad sebenarnya. Maka Sungguh kita sangat perlu untuk TAHU hal-hal itu semua.

Janganlah kita beragama hanya berdasarkan “Katanya…”, agama inilah pengantar kita kepada keselamatan dunia dan akhirat. Bukan kah kita yakin pada suatu hari nanti,  kita akan sampai pada titik pemberhentian kita yang terakhir, apa dan bagaimana kehidupan kita setelah sampai dititik akhir itu adalah ditentukan sekarang ini. Kita bisa mengumpulkan bekal yang banyak itu jika kita tahu bagaimana cara mengumpukannya.

Keutamaan Mencari Ilmu

Ibadah nya orang berilmu akan berbeda hasilnya dengan orang yang tidak berilmu walaupun secara jumlah sama. Makna sebuah peribadahan akan berbanding lurus kedalaman ilmu kita dalam menjalankannya. Allah dan Rasulnya sangat memuliakan para pemilik ilmu. Sabda Rasulullah saw :

“Keutamaan seorang ahli ilmu atas seseorang ahli ibadah seperti keutamaanku atas orang paling rendah diantara para sahabatku (HR Riwayat At-Tirmidzi)

Suatu waktu sayyidina Ali Karromallahu Wajhah berkata kepada Kamil Bin Ziyad, “Wahai Kamil ! ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu itu memeliharamu, sedangkan engkau memelihara harta.  Ilmu itu Hakim sedangkan harta adalah yang diadili. Harta berkurang dengan dibelanjakan, sedangkan ilmu menjadi suci dengan dinafkahkan”

Majlis Ilmu adalah salah satu taman surga di dunia, yang disana ada kebahagiaan dan peng ijabahan harap dan do’a kita.

Apabila kalian bertemu dengan taman syurga, maka hendaknya kamu sekalian ikut bersenang-senang disitu. Para sahabat bertanya : apa taman syurga itu wahai Rasulullah? Rasulullah bersabda : ialah jama’ah yang berdzikir kepada Allah”

Imam atho’ mengatakan bahwa yang dimaksud majlis dzikir itu adalah majlis ilmu, yang membicarakan halal dan haram dan lainnya.

Abu Hurairoh dan Abu Dzar berkata : Satu bab mengenai soal agama yang kami tekuni, itu lebih kami senangi dari shalat sunnah seribu raka’at.

Ilmu tentang agama ini akan memudahkan jalan menuju ridho Allah dan kesurganya :

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya menuju syurga” (HR. Abu Darda)

Kewajiban Menyampaikan Ilmu

Tidak kalah wajib dan utama pula perintah Allah tentang keharusan menyampaikan ilmu denga kadar pengetahuan dan kadar cara yang kita mampu. Konstruksi proses mecari ilmu adalah : Menjadi tahu, menjadi pelaku dari pengetahuannya dan menjadi penyampai yang dia tahu. Proses mencari ilmu tidak berhenti sampai tahu, tetapi terus berlanjut sampai penyampai pengetahuan. Karena hukum asal mencari ilmu adalah untuk mengamalkannya yaitu melakukan semua yang diperintahkan Allah SWT dan Rasulnya serta menghindari dan tidak melaksanakan semua yang dilarang olehNya.

Firman Allah SWT

“Serulah manusia kepada jalan Tuhan mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik…..”(An-Nahl : 125)

“Dan Sebagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran padahal mereka mengetahui ..”(Al Baqoroh : 146)

“…dan barang siapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya dialah yang berdosa hatinya”(Al-Baqoroh : 283)

“Dan ingatlah, ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu);’Hendaknya kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya” (Ali Imron : 187)

Sabda Rasulullah SAW:

“Sungguh jika Allah memberikan petunjuk dengan perantaraan mu kepada satu orang, maka yang demikian itu lebih baik bagimu daripada dunia dan segala isinya” (HR. Bukhori-Muslim)

“Barang siapa yang mengajarkan ilmu lalu dia menyembunyikannya, maka Allah pada kiamat akan mengekangnya dengan kekangan dari api neraka”(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dan lainny)

“Sesungguhnya Allah SWT, para malaikat, para penghuni langit dan bumi hingga semut didalam lubangnya dan ikan dilautan mengucapkan sholawat (mendo’akan) kepada para pengajar kebaikan untuk manusia” (HR Abu Darda)..dalam riwayat lain dikatakan “Bahwasannya seorang alim (pengajar) dimintakan ampunan baginya oleh apa saja yang ada di bumi dan ikan-ikan yang ada dilautan”

“Barang siapa menunjukan kepada kebaikan, maka baginya pahala sama dengan pahala orang yang melakukannya” (HR. Muslim)

Subahanallah, ternyata begitu indah mencari dan berbagi ilmu. Ada rahasia Allah disana tentang konsep hidup dan kebermanfaatan. Semoga blog yang sederhana ini bisa menjadi salah satu tempat dimana kita bisa saling bermanfaat. Berbagi ilmu dan Amal.  Satu ayat, satu hadits yang kita tahu, kita mampu amalkan dan kita mampu bagikan InsyaAllah jauhhh lebih berharga di sisi Allah dari pada ribuan hadits, ribuan pengetahuan yang hanya disimpan di kepala ,dan tdk pula disampaikan.

Wallahu A’lam

Ar-Rooji  Lirohamti Robbihi

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: