Home > Pengajian Umum > Untuk Siapakah Kita ber Amal ?

Untuk Siapakah Kita ber Amal ?

Sahabat fillah, sejenak kita renungkan firman Allah سُبْحا نَهُ وَتَعَالَى dalah surat Alfurqon ayat 23 :

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

“Dan kami akan perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu akan kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan”

Artinya; banyak amal soleh manusia yang sia2x dihadapan Allah سُبْحا نَهُ وَتَعَالَى, yaitu amaliah yg dikerjakan bukan karena Allah ta’ala, maka Allah membatalkan pahalanya.

Rosulullah صَلّى اللّه عَلَيْهِ وَسَلّم  bersabda :
“Sesuatu yg paling aku takutkan adalah syirik kecil, Sahabat bertanya ‘wahai Rosulullah apakah syirik kecil itu ? Beliau bersabda ‘RIYA’. Allah ta’ala akan berfirman kepada mereka pada hari dibalasnya hamba atas amal2x mereka: “Pergilah kamu kepada orang yang kamu pameri sewaktu di dunia, maka lihatlah apakah kamu dapat memperoleh suatu kebaikan dari mereka” (HR. Abu Laits)

Riya adalah sifat pamer kepada org lain, berbuat amal bukan untuk Allah tetapi untuk dilihat manusia, dihargai manusia, dipuji manusia. Riya lawan  dari Ikhlas.

Sayyidina ‘Ali berkata : bagi orang riya itu ada 4 tanda :

1. Malas beramal jika sendirian
2. Rajin beramal bila dalam keramaian
3. Meningkatkan amal jika dipuji
4. Mengurangi amal jika mendapat celaan

Syaqiq Bin Ibrahim Az-zahid berkata, benteng amal itu  ada 3:
1. Hendaklah berkeyakinan bahwa segala amal itu terjadi semata2x  karunia Allah
2. Hendaknya amal itu mengharapkan ridho Allah semata untuk  menghilangkan hawa nafsu
3. Berharap balasan hanya dari Allah سُبْحا نَهُ وَتَعَالَى (Ikhlas)

Jika Roboh benteng, maka rusaklah amal.

Seorang bijak berkata : sebaiknya orang beramal itu mengambil contoh dari penggembala kambing, Kenapa ? Karena penggembala kambing itu, tdk mencari pujian dari kambing, tapi dari tuannya. Demikian pula org beramal hendaknya ia tidak memperdulikan pujian manusia thdpnya, sehingga akan sama saja baik ada org lain maupun dalam kesendirian, baik dipuji maupun dicela.

وَاللّه اَعْلَمُ

Categories: Pengajian Umum
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: