Home > Kitab Safinatun Naja > Kajian Kitab Safinatun Naja : Iman Kepada Malaikat [Bab Rukun Iman]

Kajian Kitab Safinatun Naja : Iman Kepada Malaikat [Bab Rukun Iman]

Dan engkau harus ber iman kepada para malaikatNya (Allah SWT)

وملا ئكته اي وأنتؤمن بملا ئكته[1]

Dalil Tentang Iman Kepada  Malaikat :

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali” (QS-Al Baqoroh : 285).

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (At-Tahrim :6)

  •   Malaikat Berjasad dan Diciptakan dari Cahaya

 

Malaikat berjasad dan diciptakan oleh Allah dari Cahaya

انّهم اجسام نورنيّة[2]

قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم خلقت الملائكة من نور وخلق الجانّ من ملرج من النار وخلق ادم ممّا وصف لكم (رواه مسلم)

Rasulullah SAW bersabda “Dan  diciptakan malaikat dari cahaya, dan diciptakan jin dari nyala api dan diciptakan manusia  dari apa yang telah diterangkan kepada kamu (dari tanah)” (HR. Muslim)

 

  •   Malaikat Tidak Bergender
Mereka bukanlah laki-laki, juga bukan perempuan bukan pula khuntsa (banci), tidak ada  bapak juga ibu untuk bagi mereka

ليسوا ذكورا ولااناثا ولا خناثى لااب لهم ولا امّ [3]

Hal yang penting untuk diperhatikan bahwa sesuatu yang ghaib tidak bisa dianalogikan dengan sesuatu yang nampak dan bisa dijangkau indera manusia dari semua sisi. Allah mencela sikap orang musyrikin yang menganggap malaikat sebagai makhluk dengan jenis kelamin perempuan. Padahal mereka tidak pernah menyaksikan proses penciptaan malaikat. Allah berfirman :

فَاسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُون أَمْ خَلَقْنَا الْمَلائِكَةَ إِنَاثًا وَهُمْ شَاهِدُونََ

Tanyakanlah (ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah): “Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki, atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan (nya)? (QS. Ash Shaffat: 149 – 150)

  •   Malaikat  Selalu Patuh Kepada Perintah Allah Dan Tidak Pernah Maksiat Kepadanya
Mereka senantiasa membenarkan/mentaati  seluruh kabar/perintah dari Allah SWT

صادقون فيما اخبرا به عن الله تعالى [4]

Allah SWT  Berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (QS. At-Tahrim : 6)

وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَنْ عِنْدَهُ لا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلا يَسْتَحْسِرُ- ونَيُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لا يَفْتُرُونَ

Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. Dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. (QS. Al-Anbiya : 18-19)

  •   Malaikat tidak makan, tidak Minum, tidak menikah, tidak tidur dan tidak melahirkan

 

لايأكلون ولايشربون ولايتناكحوان ولايتولّدون ولا يناموان

 

Mereka tidak makan, tidak minum, tidak menikah tidak pula melahirkan dan tidur

 

Firman Allah SWT

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلامًا قَالَ سَلامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلا تَأْكُلُونَ فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لا تَخَفْ وَبَشَّرُوهُ بِغُلامٍ عَلِيمٍ

Allah berfirman, yang artinya, “Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, ‘Salaamun.’ Ibrahim menjawab, ‘Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal. Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk. Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata, ‘Silakan makan.’ (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, ‘Janganlah kamu takut,’ dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (yaitu Ishaq).” (QS. Adz Dzariyat: 24 – 28)

  •   Amal Mereka Tidak Dicatat Dan Tidak Di Hisab Oleh Allah SWT

ولا تكتب اعما لهم ولا يحاسبون ولا توزن اعمالهم

Dan amal pekerjaan mereka tidak di catat, tidak di hisab dan tidak di timbang dihadapan Allah SWT.

Amal soleh atau kebaikan para malaikat tidak dicatat seperti berlaku bagi amal manusia, karena merekalah para pencatat amal itu. Dan amal mereka juga tidak akan di hisab oleh Allah SWT karena mereka yang akan melakukan hisab itu. Tidak pula amal mereka di timbang karena mereka tidak mempunyai amal buruk/dosa.

  •  Malaikat Mati dan Dibangkitkan Bersama Manusia
Mereka di bangkitkan  dan kumpulkan bersama jin dan manusia

يحشرون مع الجنّ ولانس

Para malaikat mati pada tiupan sangkakala yang pertama kecuali malaikat pemikul arasy (hamalatul arsy), adapun mereka mati pada tiupan sangkakala yang kedua. Mereka dibangkitkan bersama manusia, jin dan seluruh yang bernyawa. Firman Allah Subhanahu Wata’ala :

يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلائِكَةُ صَفًّا لا يَتَكَلَّمُونَ إِلا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ وَقَالَ صَوَابًا

Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar (QS: An-Naba : 38)

Iman Ibnu Katsir mengatakan yang dimaksud dengan ‘ruh’ pada ayat diatas adalah anak cucu adam begitu  yang dikemukakan oleh Al-Hasan dan Qotadah[5].

Dan anak cucu adam (manusia) dapat melihat mereka di surga dalam bentuk aslinya. Dan para malaikat ini masuk surga dan mendapatkan ni’mat Allah di surge, tetapi menurut Syaikh Ahmad Suhaimi mereka hidup di surga sebagaimana mereka hidup di dunia, tidak makan, tidak minum dan tidak menikah

  •   Jumlah Malaikat
Dan merupakan bagian dari unsur  keimanan adalah mempercayai bahwa jumlah malaikat itu banyak tak terhingga, tidak ada yang mengetahui jumlahnya kecuali Allah Subhanahu Wata’ala

فيجب الايمان انّهم بالغون في الكثرة الى حدّ لايعلمه  الآ الله

Allah SWT berfirman :

وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلا هُوَ

“Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.” (Al-Muddatstsir, 31).

Di antara dalil yang menunjukkan banyaknya jumlah mereka adalah hadits Anas bin Malik tentang kisah mi’raj Nabi saw dimana pada langit ketujuh beliau bertemu dengan nabi Ibrahim as yang tengah bersandar ke Baitul Ma’mur dimana setiap hari dimasuki oleh 70.000 malaikat demikian seterusnya setiap hari.

Dari sekian banyak malaikat hanya ada beberapa malaikat yang wajib diketahui nama dan tugas mereka. Diantaranya ada sepuluh nama malaikat yang wajid bagi setiap muslim mengetahuinya yaitu: Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Ridhwan, Malik, Raqib, ’Atid, Munkar, Nakir.

1. Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu Allah.

2. Malaikat Mika’il bertugas menurunkan hujan dan memberikan rizki.

3. Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pertanda hari kiamat.

4. Malaikat Malaikatul Maut bertugas mencabut arwah.

5. Malaikat Ridwan, bertugas menjaga surga.

6. Malaikat Malik, bertugas menjaga neraka.

7. Malaikat Raqib bertugas mencatat amal baik manusia.

8. Malaikat ’Atid bertugas mencatat amal buruk manusia

9. dan 10. Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir, bertugas menanya dalam kubur.

Dari nama-nama malaikat di atas hanya tiga yang disebut dalam Al Qur’an, yaitu Jibril, Mikail, Malik dan Malaikatul Maut. Sedangkan Israfil, Munkar dan Nakir disebut dalam Hadits.  Dan nama nama yang lainnya tidak ditemukan sumbernya baik dalam Al Quran maupun Hadits, kemungkinan didapatkan dari sumber Israiliyat. Dalam Al Qur’an Izra’il hanya disebut Malaikat Maut, malaikat Jibril juga disebut di banyak tempat dalam Al Qur’an dengan sebutan lain seperti Ruhul Qudus, Ruhul Amin dan lain lain.

Ada juga malaikat yang harus karena tugas-tugasnya yaitu :

  1. Hamalatur Arsy : malaikat pengusung  arasy, jumlahnya ada empat dan pada hari kiamat akan ditambah jumlahnya menjadi delapan
  2. Zabaniyah : 19 malaikat yang bertugas sebagai penyiksa didalam neraka
  3. Hafdzah : malaikat penjaga manusia
  4. Sekolompok malaikat yang mengelilingi arasy

Perkara iman kepada malaikat adalah perkara ghaib, keberadaan malaikat adalah perkara ghaib yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindra manusia biasa. Hal ini wajib kita yakini berdasarkan ikhbariat atau sam’iyat (pengetahuan) yang di dapat dari Alqur’an dan Hadits.

والله اعلم

Catatan : Kata-kata dalam tabel adalah isi naskah dari kitab dan terjemahannya.


[1] Matan Kitab Safinah

[2] Syaikh Nawawi Albantani, Kasyifatus Saja kitab Syarah Safinah

[3] Syaikh Nawawi Albantani, Kasyifatus Saja kitab Syarah Safinah

[4] Syaikh Nawawi Albantani, Kasyifatus Saja kitab Syarah Safinah

[5] Tafsir Ibnu Katsir, Surat An-Naba

Categories: Kitab Safinatun Naja
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: