Home > Adab dan Tata Cara Ibadah, Majlis Halal Dan Haram, Pengajian Umum > Ada Ghibah Yang Diperbolehkan..

Ada Ghibah Yang Diperbolehkan..

Ghibah, atau menggunjing atau membicarakan orang lain yang jika sekiranya orang tersebut mengetahuinya ia akan marah adalah hukumnya HARAM. Tetapi hukum GHIBAH menjadi BOLEH ketika dalam rangka untuk mencapai tujuan yang dibenarkan oleh syar’i yanga mana jika tidak dilakukan GHIBAH maka tidak akan tercapai tujuan tersebut. Ada enam tempat yang di perbolehkan GHIBAH yaitu :

  1. Dalam hal penganiayaan. Orang yang dianiaya boleh mengadukan orang yang menganiaya nya kepada penguasa atau orang yang mempunyai kekuasaan atau kemampuan untuk melindunginya atau menyadarkan orang yang melakukan aniaya tersebut. Misalnya ia mengatakan “Si badu menganiaya saya dengan melakukan hal seprti ini, seperti ini ,,, maka lindungilah saya dan sadarkanlah ia”
  2. Dalam hal minta tolong untuk menghilangkan/melenyapkan kemungkaran dan untuk menegur orang yang berbuat kemaksiatan, misalnya seseorang berkata kepada orang yang diharapkan dapat menghilangkan kemaksiatan tersebut “Rumah itu di gunakan untuk perzinahan dan perjudian dst dst maka saya berharap anda dapat mengingatkan penghuninya..”. DENGAN MAKSUD untuk menghilangkan kemaksiatan dan di bicarakan nya kepada orang yang sekiranya mampu melakukan penertiban seperti kepada RT, RW Polisi tokoh dan lainnya.
  3. Dalam Hal Minta Nasihat, misalnya ada seseorang berkata kepada orang lain yang dianggap bisa memberikan nasihat,ia berkata “Saya diperlakukan begini oleh ayah mertua saya dan adik ipar saya, maka bagaimana sebaiknya yah ?”
  4. Dalam hal memberi peringatan atau nasihat kepada kaum muslimin agar tidak terjerumus kedalam kejahatan. Misalnya “Jangan seperti qarun yang pelit, nanti kalian akan dilaknat Allah SWT” atau “Janganlah anda melewati jalan rumah itu, karena penghuninya Hilang aka (Gila) suka menyakiti orang yang lewat depan rumahnya” begitu misalnya.
  5. Dengan terus terang menegur kefasikan seseorang seperti kepada orang yang meminum minuman keras, orang yang merampas harta orang lain. Dalam hal ini kita diperbolehkan menegur langsung secara berterus terang.
  6. Dalam hal memberi pengertian atau kejelasan, misalnya ada seseorang yang lebih dikenal dengan gelar “Sibuta”, “Si Pincang, sibisu” atau lainnya. Misalnya ada seseorang mencari alamat dan jika kita sebutkan gelar nya tersebut maka akan memudahkan orang tersebut untuk mencari alamat si fulan, maka hal ini dibolehkan. DENGAN catatan tidak bermaksud untuk menghiba atau meremehkannya. Dan kalau pun bisa hindarilah menggunakan gelar-gelar tersebut.

Inilah enam tempat yang menurut jumhur ulama di perbolehkan untuk melakukan GHIBAH. Dasar-dasar hadits yang digunakan untuk mengambil kesimpulan diatas adalah :

  1. Dari ‘Aisyah ra bahwasannya ada seseorang yang meminta izin kepada Nabi SAW kemudian beliau bersabda :”Berilah izin orang itu, ia adalah orang yang sangat jahat di tengah-tengah keluarganya” (HR. Bukhori-Muslim)
  2. Dari ‘Aisyah ia berkata, Bahwa Rasulullah SAW bersabda “Aku tidak mengira sedikitpun kalau si fulan dan si fulan itu mengetahui agama kami”(HR. Bukhori)
  3. Dari Fatimah binti Qois ra, ia berkata “Saya datang kepada Nabi SAW dan berkata : sesungguhnya saya telah dilamar oleh Muawiyah dan abu Jahm. Kemudian Rasulullah SAW bersabda ‘Adapun Muawiyah maka ia adalah orang miskin yang tidak mempunyai harta kekayaan, dan adapun Abu Jahm maka ia tidak pernah menaruh togkat dari bahunya ( orang yang suka memukul)” (HR. Bukhori-Muslim)
  4. Dari ‘Aisyah ra, berkata “Hindun yang istri Abu Sufyan itu berkata kepada Nabi SAW ‘Sesungguhnya Abu Sufyan itu adalah suami yang kikir, ia tidak pernah memberi belanja yang cukup bagi saya dan anak saya kecuali bila saya mengambil tanpa sepengetahuannya”, Rasulullah SAW Bersabda “Ambillah belanja yang cukup untuk kamu dan anakmu dengan cara yang baik”(HR. Bukhori-Muslim)

Demikian beberapa hadits yang di jadikan dasar istinbat ulama untuk membolehkan Ghibah pada enam tempat diatas, Intinya ghibah di perbolehkan KETIKA ada tujuan syari’at yang ingin dicapai. Jika tidak ada tujuan syariat atau kemaslahatan yang lebih penting yang ingin dicapai maka hukumnya ghibah tetap HARAM secara mutlak.

Wallahu A’lam

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: