Home > Majlis Halal Dan Haram > Haram Tathoyyur (Merasa Sial)

Haram Tathoyyur (Merasa Sial)

Tathoyyur adalah merasa sial karena tempat, waktu, seseorang dan sebagainya. Hal ini termasuk mistik yang sangat laku di tengah masyarakat dan sangat merusak akidah, baik dilakukan secara sendiri-sendiri bahkan ada yang dilakukan secara berkelompok. Tathoyyur adalah satu hal yang ada tanpa landasan ilmu pengetahuan atau suatu fakta yang benar dan nyata hanya berdasarkan praduga atau insting. Tathoyyur hanya berjalan mengikuti kelemahan akal dan membenarkan dugaan yang salah (waham).

Pada zaman dahulu pernah juga terjadi demikian, misalnya terjadi pada kaum Nabi shaleh. Mereka berkata :

“Kami merasa sial sebab engkau dan orang-orang yang bersamamu”(An-Naml: 47)

Fir’aun dan kaumnya apabila ditimpa musibah, mereka menganggap kesialannya itu karena Musa dan orang-orang yang bersamanya. Lihatlah bagaimana Rasulullah SAW dengan jelas dan gamblang dalam Hadits nya berikut ini:

“Bukanlah dari golongan kami siapa saja yang merasa sial atau meminta diramalkan kesialannya atau menenung atau minta di tenungkan atau menyihir atau minta disihirkan” (Riwayat-Tahbrani)

Dalam hadits lain dikatakan :

“Membuat garis tanah, menganggap sial karena alamat dan melempar kerikil karena ada suatu kepercayaan adalah termasuk menyembah selain Allah” (HR Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Hibban)

Dalam Hadits Lainnya Lagi :

“Ada tiga hal yang karena tiga perkara tersebut seseorang tidak bisa selamat satupun, yaitu menuduh, Tathoyyur dan hasud. Oleh karena itu, kalau kamu menuduh jangan kamu nyatakan, dan kalau kamu merasa sial jangan tarik (jangan gagalkan pekerjaannmu) dan kalau kamu hasud jangan lanjutkan” (HR. Thabrani)

Sudah menjadi sifat manusia ada perasaan merasa sial, maka obat nya adalah jangan gagalkan sebuah pekerjaan karena merasa sial, lanjutkan pekerjaan itu dan gantikan perasaan merasa sial itu dengan tawakkal kepada Allah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud dari Rasulullah SAW, beliau SAW bersabda :

“Tathoyyur itu adalah syirik” dikatakan 3 kali

Tetapi Ibnu Mas’ud sendiri berkata “… Tetapi Allah akan menghilangkannya dengan tawakkal.” (Riwayat Abu daud).

Apa yang dimaksud oleh Ibnu Mas’ud adalah  bahwa dalam diri setiap orang ada perasaan-perasaan seperti itu, tetapi perasaan-perasaan merasa sial ini akan hilang lenyap dari hati orang yang selalu tawakkal dan tidak membiarkan perasaan nya itu berlama-lama tinggal dalam hatinya.

Wallahu A’lam

Majlis Surau Cinta Rasul

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: